top banner
  I  

Senin - 11 Maret 2019 13:42:47 WIB

Media Visit Sebagai Upaya Pengenalan Alternatif Pembiayaan KPSPAMS Melalui Kredit Mikro

Berita Terbaru
Administrator | dibaca: 240 pembaca

media-visit-sebagai1Boyolali, Jawa Tengah - Dalam rangka meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap permasalahan air bersih dan sanitasi, Water.org bersama Danone-AQUA menyelenggarakan kegiatan ‘media visit’ ke lokasi Pamsimas di Kabupaten Boyolali, pada 5-6 Maret 2019. Kegiatan yang melibatkan kalangan media ini, baik cetak maupun online, juga diikuti perwakilan CPMU Pamsimas, NMC dan ROMS Pamsimas Jawa Tengah, serta Asosiasi Pengelola SPAMS Perdesaan Boyolali. Pelibatan media diharapkan menjadi metode untuk menyampaikan kepada masyarakat dan stakeholder lainnya tentang kondisi air bersih dan sanitasi di Indonesia.

Kegiatan diawali dengan paparan program oleh Kasatker PAM-BM Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Abdul Hakam, ST MM. Sesuai amanat RPJMN 2015-2019, seluruh masyarakat Indonesia telah mendapat akses air minum dan sanitasi layak pada akhir tahun 2019.  Untuk mencapai target tersebut dibutuhkan anggaran yang sangat besar, termasuk dukungan pendanaan dari APBD, APBDes, CSR, perbankan, dan sumber pendanaan lainnya.

Terkait dengan sumber pembiayaan dari perbankan, saat ini sudah ada kerjasama yang dirintis Water.org dengan 22 lembaga keuangan mikro yang dapat diakses oleh KPSPAMS untuk mendapatkan dukungan pembiayaan bagi pengembangan KPSPAMS. 

Dalam rangkaian kegiatan ini dilakukan kunjungan lapangan ke KPSPAMS ‘Jolotundo’ Desa Juwangi, Kabupaten Boyolali. Kepala Desa Juwangi, Yagus Juhadi, SE menceritakan kondisi desa yang tandus dan sulit air bersih. Sebelum ada program Pamsimas masyarakat mengambil air bersih dari sumber air yang jaraknya sekitar 200 M dan berada di sekitar hutan. Namun saat kemaru sumber air tersebut mengalami kekeringan, sehingga harus mengambil air yang lebih jauh lagi berada di tengah hutan sekitar 2 Km dari pemukiman.

media-visit-sebagai2Berkat Pamsimas air sudah bisa mengalir sampai ke rumah.  Program Pamsimas berdampak pada sanitasi, dimana sebelum ada program Pamsimas masih banyak warga buang air besar disembarang tempat, seperti di kebon, pekarangan dan di hutan. Saat ini sudah banyak warga yang beralih ke jamban. 

Seperti dituturkan Karmidi, Ketua KPSPAMS Jolotundo, tahun 2011 desanya mendapat bantuan program Pamsimas sebesar Rp 235 juta, digunakan untuk membuat sumur bor dengan kedalaman sekitar 200 M, dengan debit air 1,8 l/detik, cukup untuk melayani 245 sambungan rumah (SR). Tahun 2013 desanya mendapatkan bantuan program Hibah Insentif Desa (HID), digunakan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumur bor dengan menambah jaringan pelayanan sebanyak 190 SR, sehingga total SR menjadi 435 unit. Sambungan rumah tersebut tersebar di 3 dusun, sehingga masih terdapat 2 dusun belum terlayani program air minum.

Tahun 2017 pengelola KPSPAMS mulai kewalahan melayani warga. Seiring bertambahnya SR debit air mengecil sehingga pelayanan dilakukan secara bergilir. Kemudian datanglah Water.org yang memfasilitasi untuk mendapatkan kredit air dari Bank BPR Boyolali. Dengan melengkapi persyaratan yang diminta bank, kredit sebesar 50 juta rupiah cair pada 27 Desember 2017, yang digunakan untuk membuat sumur bor baru, membeli pompa, dan menambah jaringan pipa distribusi.  

media-visit-sebagai3Saat ini jumlah sambungan rumah mencapai 474 unit. Untuk setiap permintaan sambungan rumah dikenakan biaya Rp 600.000, dengan tarif air Rp 2.000/m3. Setiap bulannya dari hasil iuran air terkumpul 8-10 juta rupiah, yang digunakan untuk membayar listrik, perawatan pompa, perawatan jaringan, dan membayar honor pengurus RP 150.000/orang/bulan. Desa Juwangi juga memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dari program Sanimas, sehingga tidak ada air yang terbuang secara percuma. Air bersih dari Pamsimas dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari dan limbahnya ditampung di IPAL.  

Riyin pados banyu rekaos, sakniki sewanci-wanci saget ngginakke banyu” (dulu mencari air sulit sekarang sewaktu-waktu ada air yang siap digunakan, RED), tutur Sumarno, salah seorang pelanggan air. Kartini menuturkan, saat ini warga dimudahkan untuk menggunakan air dari Pamsimas. Saat warga desa punya ‘hajat’ (pesta, RED) tidak lagi harus membeli air dengan tangki, cukup memutar kran yang ada di rumahnya.

Kasatker PAMBM Ditjen Cipta Karya, Abdul Hakam, ST MT berpesan kepada Pengurus KPSPAMS untuk mulai memikirkan pengelolaan sarana dengan lebih baik, menyimpan air seperti model biopori sehingga bisa panen air di saat membutuhkan.  

Rombongan juga mengunjungi Desa Sumberagung di Kecamatan Klego, yang merupakan lokasi Pamsimas tahun 2008. Pada awalnya KPSPAMS ‘Tirto Makmur’ Desa Sumberagung melayani sambungan rumah sebanyak 155 unit, akhir tahun 2010 meningkat menjadi 250 unit, dan menjadi 480 unit setelah mendapatkan HIK pada tahun 2013. Tahun 2017 KPSPAMS memperoleh program HAMP yang diwujudkan dengan membangun menara air dan menambah sumur bor.  

media-visit-sebagai4Pemerintah Desa Sumberagung memberikan dukungan penuh kepada KPSPAMS dengan mengalokasikan dana desa untuk membangun 3 unit sumur bor, 2 unit menara air, 2 unit instalasi listrik, dan pengadaan pipa sepanjang 2.000 meter.  KPSPAMS secara mandiri dengan dana kas yang dimiliki membangun lagi 5 unit sumur bor, 1 unit menara air, dan 5 unit instalasi listrik, serta menambah pipa distribusi sepanjang 7.000 meter.

Meski KPSPAMS Desa Sumberagung memilik 12 sumur bor dan 8 menara air, namun belum bisa memberikan pelayanan air selama 24 jam dan menambah pelanggan baru. Untuk meningkatkan pelayanan, Pengurus KPSPAMS mengajukan kredit air ke Bank BPR Boyolali. Pinjaman sebesar Rp 30 juta rupiah dengan masa pengembalian 36 bulan, bunga 0,8% per bulan dan tanpa agunan cair pada tanggal 18 April 2018, digunakan untuk biaya pengeboran dan membeli pompa.

KPSPAMS ‘Tirto Makmur’ mengoperasikan 15 sumur bor dan 9 menara air, mampu melayani 13 dusun dari 14 dusun yang ada, dengan total SR 1.015 unit. Dengan tarif air Rp 1.500/m3, biaya administrasi (abonemen) Rp 4.000/bulan, dan biaya sambungan baru Rp 500.000, setiap bulannya KPSPAMS mendapatkan pemasukan sekitar 19 juta. Uang tersebut selanjutnya digunakan untuk membayar listrik, memperbaiki kerusakan, dan membayar angsuran pinjaman sebesar Rp 1.183.000 per bulan.

Program Financial Development Advisor  -  Pamsimas, Ir Djoko Mursito, Dipl SE MM menyampaikan, KPSPAMS yang dikunjunginya merupakan contoh baik untuk keberlanjutan program.  KPSPAMS sudah mengembangkan pelayanan ke masyarakat dengan menggunakan pembiayaan dari perbankan yang  difasilitasi Water.org. Model dan cara ini dapat dicontoh oleh KPSPAMS lainnya untuk mengembangkan sarana di wilayahnya. Diharapkan lembaga keuangan/bank yang lain juga tertarik untuk ikut mendukung dalam mengembangkan produk kredit mikro untuk pembangunan SPAMS perdesaan.

Gunadi, Ketua KPSPAMS ‘Tirto Makmur’ menuturkan, KPSPAMS yang dikelolanya memiliki 5 pompa air cadangan untuk mengantisipasi bila ada kerusakan guna menghindari terganggunya pelayanan. 

Terakhir rombongan mengunjungi kantor Bank BPR Boyolali dan diterima direktur utamanya, Dono Sri Hardono, SE, MM. Direktur mengatakan banknya telah beroperasi di 13 kecamatan dan telah mencairkan kredit air kepada 5 KPSPAMS. Ke depannya ia berharap lebih banyak lagi KPSPAMS yang dibiayainya. (Sri Wahyuni-TA CDCB Jawa Tengah/Hartono Karyatin-Adv & Media Sp Pamsimas)


Tidak disertai video terkait.