top banner
  I  

Senin - 06 Mei 2019 16:07:30 WIB

Ekspedisi PAMSIMAS Rambah Gamtala dan Tosomolo di Halmahera Barat

Berita Terbaru
Administrator | dibaca: 211 pembaca

Halmahera Barat, Malut - Desa Gamtala dan Desa Tosomolo merupakan desa sasaran Pamsimas di Kab. Halmahera Barat (Halbar) yang dilaksanakan pada tahun yang berbeda. Desa Desa Gamtala di Kec. Jailolo (TA. 2010) memilih opsi SPAM sumur gali menggunakan pompa ditarik ke reservoir dan dialirkan ke masyarakat dengan sistem gravitasi. Kini, cakupan layanan menjangkau 198 KK atau 780 jiwa. Sementara Desa Tosomolo di Kec. Loloda (TA. 2017) memilih opsi penangkap mata air dan air dialirkan ke rumah warga dengan sistem gravitasi melalui reservoir. Cakupan layanan menjangkau 79 KK atau 354 jiwa pemanfaat.

Kedua desa dipilih menjadi lokasi shooting pembuatan film Ekspedisi Pamsimas 2019.  Kondisi geografis Maluku Utara yang terdiri dari jajaran pulau yang membentang pada garis bumi antara 3°LU - 3°LS dan 124-129BT, sangatlah tepat sebagai lokasi shooting yang mengangkat tema Pamsimas di daerah kepulauan/terpencil. Pengambilan gambar (shooting) dilaksanakan selama lima hari, 27 April hingga 1 Mei 2019. Shooting melibatkan banyak pihak, dari Pusat dan Daerah serta aparat dan masyarakat desa, termasuk host Delvia Wirajaya yang merupakan presenter berbagai acara TV nasional, sekaligus Putri Pariwisata Maluku (2015), dan 1st Runner Up Putri Pariwisata Indonesia 2015.

“Kami sangat bangga dan bersyukur wilayah kami dijadikan sebagai salah satu lokasi shooting pembuatan film ini,” ungkap Abd. Hamid Yusri D.B. atau biasa disapa Pak “Uci”, Ketua DPMU Pamsimas Kab. Halbar, yang turut mendamping crew film dari awal sampai selesai.

Kegiatan shooting diawali dengan melakukan pertemuan koordinasi di kantor PAMSIMAS Kab. Halmahera Barat, dilanjutkan dengan pengambilan stock shoot dan wawancara di Desa Gamtala. Pengambilan gambar dan interviu melibatkan Abdul Hakam, Ka.Satker PAMBM mewakili Kementerian PUPR; Leroy Samy Uguy, Direktur Pendayagunaan Sumber Daya Alam-Tenologi Tepat Guna (SDA-TTG) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa-PDTT), dan Sofyan Johan, Wakil Ketua CPMU Pamsimas Ditjen PPMD Kemendesa-PDTT.

“Kami telah mengalokasikan dana yang tidak sedikit untuk pembangunan sarana dan prasarana di Desa Gamtala ini termasuk di desa lainnya melalui Bantuan Langsung Masyarakat,” papar Abdul Hakam menjawab lontaran pertanyaan host di areal reservoir dengan kapasitas 30 M3. Reservoir tersebut merupakan salah satu sarana-prasarana yang dibangun melalui program Pamsimas tahun 2010 yang keseluruhannnya menghabiskan dana sebesar Rp 275 juta.

“Kami akan melakukan penguatan kapasitas kelembagaan yang telah terbentuk di desa ini melalui berbagai pelatihan yang dikawal langsung oleh tenaga-tenaga trampil yang telah kami siapkan, tujuannya agar masyarakat desa menjadi terampil dan lebih bertanggungjwab terhadap sarana yang telah terbangun. Ke depannya sarana tersebut dapat menjadi bagian dari satu unit kegiatan BUMDes,“ papar Sofyan Johan dalam sesi dialog pengambilan gambar bersama Ka. Satker PAMBM Kementerian PUPR.

Di lain kesempatan Direktur Pendayagunaan SDA-TTG Kemendesa-PDTT, Leroy Samy Uguy yang didampingi Asisten I Pemerintah Kab. Halbar, menyempatkan diri untuk berdialog melalui sambungan telepon dengan Bupati Halbar seputar pembuatan film Ekspedisi Pamsimas.  Bupati Halbar, Danny Missi, tengah berada di luar daerah sehingga tidak dapat mendampingi kegiatan shooting. Bupati Danny menyampaikan terima kasih daerahnya dijadikan lokasi shooting, yang tentunya berdampak positif terhadap kemajuan pembangunan bidang air minum dan sanitasi di Halbar.

Segenap lapisan masyarakat maupun aparat desa juga turut aktif membantu jalannya shooting di Desa Gamtala termasuk peran aktif para Fasilitator yang selama ini bertugas mendampingi pelaksanaan Program Pamsimas di Desa Gamtala

Deng segala tong pe kemampuan, tong bersama samua tong pe warga di sini akang mendukung sepenuhnya dorang pe karja selama di sin,i” ungkap Ruben Kalengit Kepala Desa Gamtala didampingi Reynold Franko, Ketua KPSPAMS setempat.

Torang samua juga sama deng Pa siap bantu dorang yang penting sukses untuk Gamtala sukses untuk torang samua,” sambung Sudarisman, Fasilitator Senior Halbar bersama TFM lainnya yang mendampingi shooting hingga selesai.

Pelaksanaan shooting diperpanjang satu hari dari jadwal karena harus mengambil gambar di pelosok di Desa Tosomolo yang berada ujung utara Kab. Halbar. Pejalanan ini memakan waktu hampir empat jam menggunakan speedboat carteran yang difasilitasi oleh Diinas PU Halbar. Dalam perjalanan ini crew film disuguhi pemandangan di sekitar laut yang menarik, dan dilakukan pengambilan gambar di atas speedboat.

Setelah melakukan perjalanan laut yang melelahkan di perairan sebelah barat Kab. Halbar, crew film dan host dengan didampingi Ketua DPMU Kab. Halbar tiba di Desa Tosomolo dan disambut Kepala Desa dan masyarakat Desa Tosomolo dengan tarian adat di bibir pantai menuju gerbang Desa Tosomolo. Satu-satunya akses menuju desa ini hanya bisa dicapai melalui jalan laut.

“Tong rasa senang dan bangga Pa samua so bisa sampai di Torang pe Desa,” sambut Agustinus Simus Kepala Desa Tosomolo masih berseragam lengkap bersama beberapa tokoh masyarakat menuju kediamannya.

Dengan jadwal yang ketat crew film langsung bekerja melakukan pengambilan gambar dan interviu di lokasi reservoir, kran umum, sarana CTPS dan beberapa sambungan rumah yang telah diakses langsung oleh warga. Host melakukan wawancara dengan warga penerima manfaat program Pamsimas. Shooting di Desa Tosomolo melibatkan Marlon Moses, Tenaga Ahli Teknologi Tepat Guna selaku pendamping program dari Kemendesa-PDTT dan para fasilitator program Pamsimas.

Marlon Moses mengungkapkan, pasca pelaksanaan Pamsimas memerlukan penerapan teknologi sederhana untuk pengoperasian sarana-prasarana yang telah terbangun di desa agar masyarakat mudah memahami dan mengoperasikan, antara lain melalui penguatan kapasitas kelembagaan yang telah dibentuk di desa.

Emilia Fachrudin selaku Fasilitator Pamsimas Desa Tosomolo mengungkapkan, berbagai kendala yang dihadapi dalam melakukan pendampingan kepada masyarakat di lokasi terpencil, salah satunya Desa Tosomolo yang terpencil dan susah dijangkau yang berada di pesisir pulau, hanya dapat diakses melalui laut yang rentan terhadap gelombang dan ombak yang tidak dapat diprediksi kondisinya

Akhirnya shooting di Kab. Halbar dapat diselesaikan. Tepat hari kelima crew film, host, dan tenaga pendamping shooting meninggalkan Desa Tosomolo menuju pelabuhan Ternate untuk melanjutkan perjalanan udara ke Jakarta. Di pelabuhan Ternate rombongan film bertemu dengan Gubernur Maluku Utara yang menyampaikan rasa terima kasih pemilihan Maluku Utara sebagai lokasi shooting seraya berharap daerahnya menjadi contoh dalam pelaksanaan Pamsimas. (Alwi Yudin-PC Maluku Utara/Hartono Karyatin-Adv & Media Sp PAMSIMAS).


Tidak disertai video terkait.