top banner
  I  

Rabu - 31 Juli 2019 10:05:19 WIB

Pamsimas Maluku Utara Tekankan Pentingnya Peningkatan Kapasitas Tenaga Pendamping Masyarakat

Berita Terbaru
Administrator | dibaca: 236 pembaca

pamsimas-malut-tekankan1Ternate, Maluku Utara - Peningkatan kapasitas pendamping mutlak dilakukan dalam program program berbasis masyarakat, seperti halnya program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di Provinsi Maluku Utara yang telah memasuki fase ketiga sejak dilaksanakan tahun 2008.

Untuk itu pengelola program Pamsimas di Maluku Utara mengadakan pelatihan yang diikuti tenaga Fasilitator Masyarakat (FM) dari kabupaten (lama) peserta program Pamsimas pada medio Juli, di Kota Ternate Maluku Utara.

Pelatihan diikuti oleh 62 orang peserta, terdiri dari 42 peserta yang merupakan fasilitator bidang pemberdayaan dan 20 orang peserta fasilitator bidang teknis/WSS. Para fasilitator masyarakat yang menjadi peserta pelatihan berasal dari enam kabupaten yang merupakan peserta lama program Pamsimas, yakni Kabupaten Halmahera Selatan, Halmahera Timur, Halmahera Utara, Halmahera Barat, Pulau Taliabu dan Kepulauan Sula.

Para peserta cukup antusias mengikuti kegiatan pelatihan yang ditunjukkan dari keaktifan peserta dan dinamika diskusi yang terjadi di masing-masing kelas selama kegiatan berlangsung.

pamsimas-malut-tekankan2Pelatihan diadakan dimaksudkan agar para tenaga fasilitator memiliki kemampuan untuk fasilitasi masyarakat desa dampingan dalam melaksanakan Rencana Kerja Masyarakat untuk desa tahun anggaran 2019 sesuai standar teknis yang telah diatur di dalam petunjuk teknis Pamsimas, secara tepat waktu, tepat mutu dan tepat biaya.

Diharapkan melalui kegiatan pelatihan para tenaga fasilitator memiliki kemampuan memfasilitasi masyarakat desa dampingannya dalam mengelola dan mengembangkan sarana dan prasarana terbangun supaya tetap berfungsi baik dan berkelanjutan dengan mengoptimalkan berbagai sumber pendanaan dan melakukan kolaborasi berbagai program untuk mencapai Akses Universal Air Minum dan Sanitasi.

pamsimas-malut-tekankan3PPK Tata Laksana Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi Maluku Utara Eddy Sabar M Torano, ST mewakili Kepala Balai yang berhalangan hadir dikarenakan sedang berada di lokasi pengungsian pasca gempa tektonik beberapa waktu lalu, dalam kata sambutannya menekankan pentingnya pendampingan FM terhadap desa dampingan, terutama pada desa pasca program Pamsimas demi peningkatan keberfungsian SPAM. Mewakili pengelola Pamsimas di Maluku Utara, ia meminta agar seluruh peserta pelatihan terlibat secara aktif dalam seluruh proses pelatihan.

Sementara itu Alwi Yudin, Provincial Coordinator (PC) Pamasimas Maluku Utara mengingatkan para tenaga fasilitator untuk berpegang teguh pada etika fasilitator. Tugas pendampingan yang dilakukan fasilitator yang didasari pada etika akan melahirkan ‘trust’ pada masyarakat yang didampinginya sehingga masyarakat secara sukarela akan berpartisipasi dan mengambil peran aktif dalam setiap tahapan program. Secara keseluruhan dengan tumbuhnya ‘trust’ dan peran aktif masyarakat akan mempermudah pencapaian target program.

pamsimas-malut-tekankan4Pelatihan menggunakan pendekatan proses pembelajaran orang dewasa. Prinsip pembelajaran berangkat dari pengalaman yang terjadi, dan berlangsung secara dialogis, sehingga studi kasus, diskusi kelompok, dan curah pendapat menjadi metode yang kerap digunakan di dalam kelas. Suasana belajar dijaga dari awal dimulainya pelatihan sehingga proses belajar berlangsung dalam suasana tanpa jarak namun tetap saling menghargai. Pelatihan yang dilaksanakan secara ‘semi workshop’ ini menghasilkan beberapa dokumen yang siap ditagih saat fasilitator kembali ke daerah dampingan mereka berdasarkan komitmen waktu yang dibuat.

Pelaksanaan Pelatihan dipandu oleh para tenaga ahli yang berasal dari ROMS provinsi dan tenaga ahli yang berasal dari unsur District Coordinator (Kabupaten). Sebelumnya para tenaga pemandu terlebih dulu dibekali kemampuan teknis dalam fasilitasi pelatihan melalui kegiatan ToT (Training of Trainer) dan technical meeting sebelum kegiatan pelatihan berlangsung.

Kegiatan Pelatihan yang berlangsung selama lima hari ditutup secara resmi oleh PPK Air Minum Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi Maluku Utara, dengan mengingatkan agar RKTL yang telah disusun bersama-sama segera dilaksanakan. Terhadap ilmu yang didapat selama mengikuti pelatihan diharapkan bisa dipraktekkan di masyarakat di lokasi desa dampingan, dan tertib administrasi (Kartini- TA CDCB Maluku Utara/Hartono Karyatin-Adv & Media Sp PAMSIMAS).


Tidak disertai video terkait.