top banner
  I  

Senin - 05 Agustus 2019 16:00:59 WIB

Menuju Desa ke 100: Kab. Bima Gelar Sosialisasi Program Pamsimas TA 2020

Berita Terbaru
Administrator | dibaca: 166 pembaca

menuju-desa-ke 100.1Bima, NTBDalam rangka memenuhi percepatan akses air minum dan sanitasi serta mendukung pelaksanaan Pamsimas III tahun anggaran 2020, Pemerintah Kabupaten Bima melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar Sosialisasi Program Pamsimas III untuk desa baru tahun anggaran 2020 di Kantor Bupati Bima, Selasa (30/07/2019).

Sosialisasi mengundang 32 desa yang tersebar di 14 kecamatan di Kabupaten Bima. Undangan dihadiri oleh unsur Camat, Kepala Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Sosialisasi juga dihadiri OPD Pembina Program, seperti Bappeda, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD). Dari konsultan pendamping kabupaten turut hadir District Coordinator (DC) dan seluruh Tim Fasilitator (TFM).

Acara dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bima Drs H M Taufik, HAK, MSi. Dalam sambutannya ia menyampaikan, Pemda Kabupaten sangat mendukung program-program kerakyatan termasuk program air bersih. Ia mengharapkan adanya kontribusi bersama baik dari masyarakat, pemerintah desa, dan pemerintah kabupaten untuk mendukung semua program. Karena keterbatasan anggaran pemerintah daerah, ia mengharapkan kepala desa mau menggelontorkan anggaran dari Dana Desa untuk menyelesaikan permasalahan yang ada termasuk di sektor air minum dan sanitasi.

menuju-desa-ke 100.2Sekretaris Daerah juga menyoroti maraknya penggundulan hutan akibat penanaman jagung dihampir semua wilayah Kabupaten. Beberapa sumber air menjadi kering, terjadi krisis air bersih di beberapa wilayah kecamatan. Untuk itu ia mengajak para kepala desa ikut serta merehabilitasi lingkungan yang rusak dan menjaga kelestaraian hutan terutama di wilayah daerah tangkapan air.

Dalam paparannya, Kepala Bappeda Kabupaten Bima selaku Ketua Pokja AMPL Drs H Muzakkir, MSc menyampaikan, saat ini capaian akses air minum di Kabupaten Bima sebesar 87,3%, sedangkan akses terhadap sanitasi sebesar 91,32% dengan kepemilikan jamban sebesar 64%. Masih ada ‘gap’ untuk mewujudkan akses 100% pelayanan air minum maupun sanitasi di Kabupaten Bima.

Pemerintah kabupaten melalui Dinas Kesehatan berusaha keras sekuat tenaga untuk mewujudkan Kabupaten Bima mencapai ODF (Open Defecation Free) pada akhir tahun 2019.

Sejak program Pamsimas digulirkan di Kabupaten Bima tahun 2014, hingga tahun 2019, dari 191 desa yang ada sebanyak 74 desa tersebar di 18 Kecamatan telah diintervensi program Pamsimas. Rinciannya, tahun 2014 sebanyak 10 desa, tahun 2015 sebanyak 10 desa, tahun 2017 sebanyak 15 desa, dan tahun 2018 sebanyak 20 desa, serta 19 desa saat ini on going (2019). Untuk tahun depan (2020) ditargetkan sebanyak 20 desa sasaran yang baru.

menuju-desa-ke 100.3Kepala Bappeda menyampaikan optimisme terhadap pencapaian target tersebut. Ia berpesan kepada kepala desa agar tidak lepas tangan setelah sarana nanti diserahterimakan untuk dikelola KPSPAMS. Kepala Desa diharapkan melakukan pembinaan untuk menunjang keberlanjutan sarana terbangun.

Sementara itu Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) yang diwakili Plt. Kadis Taufik, ST MT menekankan pentingnya pemilihan opsi teknis sarana air minum, dengan mempertimbangkan pilihan opsi teknis yang bisa dikerjakan oleh masyarakat. Harapannya, masyarakat dapat mengoperasikan sarana yang dibangun, melakukan perawatan atau perbaikan jika terjadi kerusakan.

Dari Dinas Kesehatan menekankan pentingnya perubahan perilaku masyarakat menuju perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Rencana Kerja Masyarakat (RKM) diharapkan memuat tentang kegiatan kesehatan, seperti promosi PHBS melalui pelatihan kader, pelatihan STBM, demo CTPS, dll. Banyak sarana yang terbangun menjadi percuma karena kurangnya kesadaran masyarakat pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat.  Dinkes berkomitmen untuk terus melakukan pemicuan dan penyuluhan agar masyarakat secara sadar dapat memenuhi kebutuhan sendiri termasuk sarana sanitasi (jamban pribadi).

Dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) memberi penekanan pentingnya kolaborasi pendanaaan dari berbagai sektor untuk menyelesaian masalah air minum dan sanitasi. Porsi pendanaan dalam RKM Pamsimas adalah 70% BLM, 20% kontribusi masyarakat, dan 10% minimal dari APBDes. Pentingnya pemerintah desa untuk mengalokasikan Dana Desa untuk penanganan pelayanan dasar termasuk air minum dan sanitasi. Ia memberi contoh di Desa Oi Bura Kecamatan Tambora yang berani menganggarkan APBDes hingga mencapai Rp 500 Juta sebagai dana sharing program Pamsimas 2019 untuk mewujudkan akses universal. Pemerintah desa hendaknya memprioritaskan anggaran untuk kegiatan air minum dan sanitasi yang merupakan kebutuhan dasar masyarakat.

menuju-desa-ke 100.4District Coordinator (DC) Pamsimas Kabupaten Bima Khairul Fahmi, ST mengingatkan siklus kegiatan Pamsimas, mulai dari seleksi desa, perencanaan, pelaksanaan, pengelolaan SPAMS, dan tahapan keberlanjutan. Setelah seleksi desa dilanjutkan Sosdes (sosialisasi tingkat desa), dan setelahnya bersama Kader AMPL yang dibentuk akan memfasilitasi kegiatan IMAS tahap I untuk dituangkan kedalam proposal minat. Pada akhir Agustus 2019, sesuai Rencana Kerja Kabupaten, diharapkan proposal dari desa sudah bisa dievaluasi. Desa yang dinyatakan lolos seleksi proposal akan menyusun perencanaan PJM Pro-Aksi dan RKM 100% dengan menggunakan data-data IMAS tahap II. Pada awal November semua RKM sudah bisa dilakukan evalusi oleh Tim Pakem.  Diharapkan pertengahan Nopember 2019 Bupati sudah bisa mengeluarkan usulan calon desa sasaran untuk pembiayaan APBN dan SK penetapan desa sasaran untuk penganggaran APBD.

Semua kegiatan di desa akan difasilitasi oleh fasilitator masyarakat (FM) sebanyak 12 orang dan Fasilitator Senior (FS) sebanyak 2 orang, dengan dibantu Tim ROMS Pamsimas Kabupaten sebanyak 3 orang.

Pada kegiatan sosialisasi tersebut muncul berbagai pertanyaan dari peserta.  Salah satu pertanyaan yang menggelitik terkait bisa tidaknya kontribusi masyarakat dihilangkan? Pamsimas adalah program yang mengedepankan pemberdayaan yang mana roh program Pamsimaas terletak di kegiatan pemberdayaan masyarakat. Ditetapkannya adanya kontribusi masyarakat diharapkan dapat membangkitkan semangat kegotong-royongan dan memupuk rasa memiliki sehingga nantinya akan melahirkan kepedulian dalam pemeliharaan sarana yang dibangun.

Ketua Pakem pada penutupan acara berharap agar semua kegiatan desa dapat dijalankan sesuai schedule kabupaten sehingga SK dan usulan Bupati dapat disampaikan ke Kementerian PUPR secara tepat waktu. (Khairul Fahmi, ST-DC Bima/Hartono Karyatin-Adv & Media Sp PAMSIMAS)


Tidak disertai video terkait.