top banner
  I  

Rabu - 04 September 2019 16:09:56 WIB

Pemanfaatan Budaya Lokal Wayang Kulit Sebagai Media Promosi STBM

Berita Terbaru
Administrator | dibaca: 174 pembaca

pemanfaatan-budaya-lokal1Banyumas, Jateng – Kabupaten Banyumas di Jawa Tengah tidak henti-hentinya melakukan inovasi dalam mempromosikan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat).  STBM adalah program pemberdayaan masyarakat untuk terjadinya perubahan perilaku menuju hidup bersih dan sehat yang didalamnya ada 5 pilar.

Cantika Tiara Putri Agustin (11 th),  siswi kelas 5 Sekolah Dasar Negeri Kedondong Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas, piawai dalam memainkan wayang kulit.  Sebagai peserta diajang pemilihan Duta Sanitasi Lingkungan Sehat di tingkat provinsi, anak ini cukup jeli dengan memanfaatkan budaya lokal dengan menari, mendongeng dan bermain.  Kepiawaian yang ditunjukkannya telah membuat tim juri memberikan applause dengan tepuk tangan.

Peragaan tersebut dimainkan Cantika di SDN 1 Kedondong, dihadapan Tim Penilai Duta Sanitasi Lingkungan Sehat Kategori Anak Sekolah pada Senin (02/09).  Bupati Banyumas yang diwakili oleh Asisten 1, Kepala Dinas Kesehatan, Camat, Kepala Sekolah dan para  tokoh masyarkat yang tergabung dalam ‘Forkompincam’ turut menyaksikan aksi bocak cilik Cantika Tiara Putri dalam memainkan peran sebagai  ‘Dalang Cilik  dengan mempromosikan 5 pilar STBM.  ‘Dalang Cilik’ adalah sebutan anak kecil yang memainkan wayang kulit.

Adapun yang dimaksud dengan ‘5 Pilar STBM’ meliputi : (i) Stop buang air besar sembarangan (SBS), (ii) Cuci tangan pakai sabun (CTPS), (iii) Pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga (PAMM-RT), (iv) Pengamanan sampah rumah tangga, dan (v)  Pengamanan limbah cair rumah tangga

pemanfaatan-budaya-lokal2Cantika yang merupakan putri seorang penjual kelontong menuturkan,  dengan menggunakan  media wayang peserta akan fokus dan tidak bosan ketika melihat aksinya.  Acara tersebut terlihat meriah dengan adanya dukungan masyarakat dari sekitar Desa Kedondong Kecamatan Sokaraja

Dalam penampilannya Cantika memainkan tokoh Punokawan dalam pewayangan, yang terdiri dari  Semar, Petrok, Gareng dan Bagong.  Melalui tokoh dalam pewayangan tersebut, dipraktekkan perilaku yang tidak sehat seperti buang air besar di kolam yang akan merugikan kesehatan dan meyebabkan masalah penyakit berbasis lingkungan. Peragaan tersebut untuk mengingatkan warga masyarakat untuk tidak mempraktekkan perilaku yang tidak terpuji tersebut. Cantika juga menyampaikan pesan membiasakan perilaku cuci tangan pakai sabun yang dilakukan setiap hari dapat terhindar dari berbagai masalah penyakit.

Menurut pembimbing kelas,  keikutsertaan Cantika sangat didukung keluarga, kerabat,  tetangga dan teman sekolah.  ‘Dalang Cilik’ – begitu teman-teman sekolah menjulukinya, selalu  mempromosikan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah dan masyarakat.

pemanfaatan-budaya-lokal3Cantika berharap semua sekolah difasilitasi dengan jamban yang layak serta berfungsi dengan baik seperti sarana cuci tangan, agar siswa-siswi di sekolah mudah untuk mempraktekkan perilaku hidup bersih dan sehat dan menjadikannya sebagai agen perubahan di rumah.

Agus, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat  Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas,  berjanji akan selalu mendukung dan mempromosikan Cantika  sebagai Duta Sanitasi Lingkungan Sehat Kategori Anak Sekolah ke berbagai acara.  Ia juga mengucapkan terimaksih kepada Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah karena telah mengadakan Lomba Duta Lingkungan Sehat Kategori Anak Sekolah. (Edi Subagiyo, SKM-TA STBM Jawa Tengah/Hartono Karyatin-Media Sp PAMSIMAS).


Tidak disertai video terkait.