top banner
  I  

Rabu - 19 Desember 2012 05:23:26 WIB

Deklarasi Beraban untuk 8 Desa yang Mencapai SBS

Berita
Administrator | dibaca: 50640 pembaca

Dalam kurun waktu 2008 - 2012 Kabupaten Parigi Moutong telah berhasil melewati target desa sasaran yaitu 64 desa Reguler dan 6 desa Replikasi.


Parigi Motoung - 
Beraban merupakan salah satu desa yang terletak di Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah. Pada 29 November 2012 lalu, telah mendeklarasikan desanya dan berkomitmenmelaksanakan Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS).

 

Acara yang dipusatkan di Desa Beraban sebagai bentuk penghargaankarena prestasinya ini, dihadiri Bupati Kabupaten Parigi Moutong, H. Samsurizal Tombolotutu, para SKPD terkait, para pelaku Pamsimas,tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda dan seluruh masyarakatDesa Beraban

 

Selain Desa Beraban, Kecamatan Balinggi (TA 2009), ada 7 desa lainnya yang juga deklarasi karena sudah mencapai akses 100% Buang Air Besar di jamban. Desa tersebut antara lain, Desa Marantale Kec Siniu (TA 2008), Desa Sumber Sari KecSausu, Desa Margapura Kec Bolano Lambunu (TA 2009), Desa Siniu Kec Siniu, DesaTibu Kec Tinombo, Desa Tomini Kec Tomini (TA 2010) dan Desa Siaga Kec TinomboSelatan (TA 2012). 

 

Dalam kurun waktu 2008  2012, Kab Parigi Moutong telah berhasil melewati target desa sasaran mencapai 64 desa reguler dan 6 desa replikasiSelama itu, pencapaian hasil kegiatan PAMSIMAS selain terpenuhinya kebutuhan air minum, juga terpenuhi kebutuhan sanitasi. Keberhasilan ini juga mendukung perubahan perilaku masyarakat yang menerapkan hidup bersih dan sehat. Keberhasilanperubahan perilaku di bidang kesehatan ini, menjadi harapan pelaku PAMSIMAS, utamanya di komponen B/kesehatan, karena setiap desa yang telah mencapai prestasi kepemilikan jamban dan akses sanitasi 100%, diharapkan menjadi contoh bagi desa lainnya yang belum mencapai prestasi tersebut. 

 

Bupati H. Samsurizal Tombolotutu dalam sambutannya mengatakan, seiring berjalannya waktu, dari tahun ke tahun, telah mampu menyelesaikan tugas secara bertahap dan telah berhasil melampaui target sasaran.  Kondisi kita saat ini telah mencapai 60 desa reguler dari target 50 desa, 6 desa replikasi dari target 4 desa serta 2 desa yang merupakan Hibah Insentif Desa (HID). Untuk ini, saya menyampaikan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para pelaku, semua komponen pamsimas pada semua tingkatan atas prestasi yang membanggakan ini, ucap bupati.

 

Meski demikian, Bupati Samsurizal mengatakan belum boleh berbangga hati, karena masih banyak tugas yang harus diselesaikan, diantaranya, belum mampu memberikan pelayanan dan mengantarkan harapan masyarakat untuk mencapai derajat kesehatan yang memadai, dengan mengoptimalkan pendekatan upaya kesehatan promotif dan preventif. 

 

Bupati melanjutkan, pihaknya belum memiliki metode yang paling tepat untuk mendorong masyarakat, melakukan perubahan perilaku ke arah yang lebih baik dan benar. Terbukti dengan pencapaian target praktek cuci tangan pakai sabun dan pelayanan sanitasi berupa kepemilikan jamban dan akses pemanfaatannya, belum memuaskan semua pihak dan masih harus terus dipacupengembangannya, papar Samsurizal.  Untuk akses sanitasi ini yang meliputi akses pemanfaatan jamban dan praktek perilaku cuci tangan pakai sabun, saya berharap supaya kita bekerja lebih keras lagi, lebih serius lagi guna mengejar ketinggalan, tegas Samsurizal.

 

Pada dasarnya, peningkatan pemanfaatan sarana sanitasi dan sarana CTPS tidak berarti apa - apa tanpa ketersediaan sarana air minum yang memenuhi syarat baik kualitas maupun kuantitas. Untuk pemanfaat sarana air minum pada 60 desa yang diintervensi PAMSIMAS, di luar HID, mencapai 39.954 jiwa (40.08%) dari total penduduk 99.691 jiwa. Selebihnya mengakses air minum dari berbagai sumber di luar program PAMSIMAS. (DMAC Kab Parigi Motoung;Rita)


Tidak disertai video terkait.




BACA JUGA :