top banner
  I  

Rabu - 02 Oktober 2019 12:25:03 WIB

Program PAMSIMAS Dukung Penurunan Risiko Stunting di Seram Bagian Barat

Berita Terbaru
Administrator | dibaca: 102 pembaca

Seram Bagian Barat, Maluku – Kabupaten Seram Bagian Barat adalah Kabupaten yang terletak di ujung bagian barat di Pulau Seram, sekitar 62,4 KM di sebelah utara Kota Ambon Ibukota Provinsi Maluku. Untuk mencapai Piru, Ibukota Kabupaten Seram Bagian Barat, diperlukan waktu  ± 5 jam melaui perjalan darat dan laut dari Kota Ambon.

program pamsimas dukung1Kabupaten Seram Bagian Barat adalah daerah yang subur dengan kekayaan laut yang melimpah dan menjadi sumber protein yang tinggi. Dengan kecukupan gizi seperti itu, istri Gubernur Maluku yang sekaligus merupakan “Duta Parenting” Provinsi Maluku, menunjukkan keheranan adanya anak stunting dan gizi buruk di Kabupaten Seram Bagian Barat. Pada tahun 2017 angka stunting kabupaten ini sebesar 28,9% dan turun menjadi 24,4 % pada tahun 2018. WHO memberikan batas toleransi angka stunting yang positif berada di bawah 20%.

Masalah stunting dan gizi buruk tersebut mengemuka saat Widya Murad Ismail, yang tidak lain merupakan istri Gubernur Maluku melakukan kunjungan ke Kabupaten Seram Bagian Barat, akhir Agustus 2019. Saat menghadiri Rapat Koordinasi Terpadu di Piru, yang juga dihadiri Bupati Seram Bagian Barat Barat, OPD di lingkup Pemerintah Provinsi Maluku dan Kabupaten Seram Bagian Barat, Forkopimda Kab. Seram Bagian Barat, Asisten Sesda Kabupaten, dan para camat, issue stunting dan gizi buruk menjadi sorotan.

Yasin Payapo, Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat mengingatkan peran dan fungsi pemerintah daerah beserta seluruh perangkat daerah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dan melakukan telaah secara bersama-sama dengan Dinas Kesehatan, Dinas PU, Dinas PMD (Pemberdayaan Masyarakat Desa), Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, PKK, para camat, para raja (Kepala Desa, RED) negeri (Desa, RED), dan warga desa dan dusun, untuk secara bersama-sama mengambil peran dan tanggung jawab dalam mengatasi gizi buruk dan menurunkan angka risiko stunting.

program pamsimas dukung2Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku dr Meikyal Pontoh, MKes menyampaikan, dalam penanganan risiko stunting selain terpenuhinya gizi secara seimbang, juga pentingnya dalam menyediakan pelayanan air minum yang aman dan sanitasi yang layak. Untuk itu perlu melibatkan lintas program dan lintas sektor dalam upaya menurunkan risiko stunting.

Setelah melakukan pertemuan koordinasi di Piru, kegiatan dilanjutkan dengan melakukan kunjungan lapangan ke Desa Kawa Kecamatan Seram Bagian Barat yang merupakan lokasi Program Pamsimas TA 2018 sekaligus lokus desa pilot project stunting TA 2019.

Kedatangan Tim Provinsi dan Kabupaten disambut warga di desa dengan tarian Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) yang dibawakan oleh siawa-siswi SD dan dilanjutkan dengan praktek CTPS. Program Pamsimas di desa ini telah berhasil membangun sistem penyediaan air minum melalui sistem pompanisasi dan dilengkapi jaringan perpipaan. Saat ini sudah ada 30 unit sambungan rumah (SR) untuk melayani kebutuhan air warga.

program pamsimas dukung3Sejalan dengan kemudahan masyarakat mendapatkan air, pihak Sanitarian dari Puskesmas dengan didukung Dinas Kesehatan setempat, mulai melakukan sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan melakukan pemicuan kepada masyarakat. Masyarakat didorong untuk mempraktekkan PHBS dan membiasakan diri untuk melakukan CTPS serta menghentikan kebiasaan buruk buang air besar sembarangan (Stop BABS).

Balai PPW Maluku juga membangun sarana sanitasi berupa instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) Komunal 5 SR sebanyak 1 unit, pembangunan septictank individu 32 unit, kamar mandi dilengkapi WC untuk 37 penerima manfaat, melalui sumber pendanaan APBN 2019.  Pembangunan IPAL Komunal dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas lingkungan pemukiman dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui penyediaan sanitasi komunal berbasis masyarakat di Negri Kawa Kecamatan Seram Bagian Barat sebagai upaya kolaborasi dan kolabor-aksi untuk peningkatan sanitasi guna pencegahan stunting

Sebagai Duta Parenting Provinsi Maluku, Widya Murad Ismail  berpesan perlunya koordinasi lintas sektorat di tingkat kecamatan dalam upaya meunurunkan risiko stunting.  Kepada para ibu hamil, Widya berpesan agar memperhatikan asupan gizi, menjaga kebersihan diri, dan secara rutin melakukan pemeriksanaan kesehatan ke Posyandu dan Puskesmas minimal empat kali selama kehamilan.  Bagi ibu-ibu pemilik balita, ia berpesan  agar rajin ke Posyandu untuk memantau tumbuh-kembang anak dan mendapatkan imunisasi dasar.  Kepada kaum lelaki tidak lupa ia berpesan agar menjadi “bapak siaga” (Siap Antar Jaga), dengan siap mengantar istri maupun anak ke Posyandu, dan jaga di saat sakit atau kapanpun di saat dibutuhkan. 

program pamsimas dukung4Ia juga berpesan kepada kepala desa agar memprioritaskan penggunaan Dana Desa untuk pencegahan stunting.  Terkait keberadaan para tokoh agama yang biasanya menjadi panutan masyarakat, Widya menghimbau agar menyampaikan pesan-pesan kesehatan terutama untuk pencegahan pernikahan dini, penundaan kehamilan, pemberian ASI eksklusif.  Kepada semuanya agar senantiasa menjaga kebersihan diri, kebersihan lingkungan, menggunakan air minum yang sehat, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai gaya hidup.

Mengakhiri kunjungannya, Duta Parenting Provinsi Maluku tersebut berpesan agar masyarakat dilibatkan dalam upaya pencegahan risiko stunting. (Maman Suherman-TA STBM Maluku/Hartono Karyatin-Media Sp PAMSIMAS).


Tidak disertai video terkait.