top banner
  I  

Senin - 25 November 2013 09:36:16 WIB

Tetap Melayani Meski Iuran Mandeg

Berita
Administrator | dibaca: 50937 pembaca

Tetap Melayani Meski Iuran Mandeg

 

 

Kebutuhan air layak minum  tidak dapat dipungkiri merupakan kebutuhan yang mutlak dipenuhi.

 

Padang -  Apa yang dialami BP SPAM Teluk Kabung Tengah, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang Sumatera Barat perlu mendapat perhatian lebih. Pasalnya iuran untuk pembayaran air bersih masih jauh dari harapan dua tahun belakangan ini, karena masyarakatnya banyak yang tidak mau membayar.

tetap melayani walaupun iuran mandegKetua BP SPAM, Zamri mengakui, dari 275 SR yang ada, hampir separuhnya menunggak iuran. Padahal tiap bulan anggota BP SPAM berkeliling mendatangi rumah- rumah warga. Namun banyak yang tidak mau membayar dengan berbagai alasan.

Sebelumnya desa ini juga mendapatkan hibah insentif desa pada 2010. Saat itu diakui Zamri iuran berjalan lancar  sebagaimana mestinya. Dana HID sebesar Rp 200 juta itu digunakan untuk pengembangan yaitu tambahan sumber mata air guna memenuhi kebutuhan masyarakat Teluk Kabung Tengah yang belum mendapatkan air.

tetap melayani walaupun iuran mandeg 2Meski demikian, bersama anggota BP SPAM lainnya, Zamri tetap melayani masyarakat dengan tetap memberikan air bagi mereka.

Kami tetap memberikan air meski warga tersebut menunggak. Kalau tidak mereka bisa marah, ungkap Zamri

Menurutnya alasan mereka kerap menunggak karena tingkat kesadaran warga masih rendah, mereka menganggap, air berih ini sudah mutlak mereka dapatkan tanpa harus payah merogoh kocek lagi meski hanya sebesar Rp 10 ribu.

Padahal, masalah tersebut sudah tertuang dalam AD/ART yang telah disepakati, tetapi tidak dipatuhi. Pada awal sosialisasi pun, masyarakat sangat antusias menyambut hadirnya program PAMSIMAS yang menyediakan air minum dan sanitasi. Hal ini menurut Zamri terkendala dengan karakter masyarakat Teluk Kabung yang keras.

Untuk itu, dalam beberapa minggu ke depan, Zamri bersama anggota BP SPAM akan melakukan pembicaraan instensif dengan mengundang tokoh-tokoh masyarakat untuk mencari jalan keluar permasalahan ini.

Terlepas dari banyaknya yang menunggak iuran, keberadaan air bersih untuk konsumsi sehari-hari ini membantu warga. Dulu untuk mengambil air bersih saja, warga harus menempuh jarak 500 meter, kini air sudah tersedia, terpasang rapi di dalam rumah mereka.

Pun begitu dengan kondisi sanitasinya. Adanya air dari PAMSIMAS juga berdampak positif pada sanitasi masyarakat Teluk Kabung Tengah. Yang dulunya buang air besar di pinggir pantai dan ladang atau sawah, kini mereka sudah BAB di rumah masing-masing.

tetap melayani walaupun iuran mandeg 3  Sudah 95% masyarakat sini memiliki wc sendiri karena sekarang air sudah tersedia di rumah mereka, tutur Zamri.

Dasril B (71) mengakui, ia termasuk salah satu warga yang turut menikmati air bersih dari program PAMSIMAS. Baginya keberadaan PAMSIMAS menolong sekali dalam kebutuhan air bersih di rumahnya.

Kakek 9 cucu ini mengucapkan terimakasih atas hadirnya program penyediaan air minum dan sanitasi ini. Ia berharap ke depan, apa yang difasilitasi PAMSIMAS lebih baik lagi.

Koto Teluk Kabung Tengah, Kelurahan Teluk Kabung Tengah merupakan salah satu sasaran program PAMSIMAS TA 2008. Uniknya masyarakat Teluk Kabung Tengah ini terbagi dua, mereka yang tinggal di pinggir pantai dan daratan atau persawahan. Kondisi airnya sendiri tidak layak untuk minum karena asin dan payau. Namun masalah itu teratasi dengan adanya program PAMSIMAS. Air bersih mereka dapatkan untuk kebutuhan sehari-hari. (Rita Hendriawati web editor CMAC)

 

 

 


Tidak disertai video terkait.




BACA JUGA :