top banner
  I  

Senin - 13 Januari 2014 04:51:43 WIB

Bakonji, Tradisi yang Tak Lekang oleh Zaman

Berita
Administrator | dibaca: 50851 pembaca

Bakonji, Tradisi yang Tak Lekang oleh Zaman

Tradisi masak bubur untuk dimakan bersama setelah bergotong royong ini hanya ada di Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau.

bakonjiKuansing - Kaum pria sibuk mengaduk semen dan pasir, menyiapkan dan mengisi adukan tersebut ke ember. Sementara beberapa pria lainnya secara estafet mengangkat adukan coran untuk pengecoran tower sumur bor. Mereka saling bekerjasama gotong royong dalam pembangunan sarana PAMSIMAS.

Di lain sisi, para ibu-ibu, menyiapkan makananan untuk disantap bersama-sama ketika waktu istirahat tiba. Menu makanannya adalah bubur konji. Bubur tersebut dimasak langsung di lokasi.

Semua sibuk mengambil bagian dalam gotong royong itu. Semuanya juga begitu semangat bergotong royong. Di Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Benai, Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau memang sedang ada kegiatan gotong royong pembangunan sarana PAMSIMAS. Di desa ini semua ibu-ibu dan bapak-bapak semangat berpartisipasi bergotong royong, tidak terkecuali anak muda dan anak-anak.

Bakonji yang berarti masak bubur, sudah menjadi sebuah tradisi di Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau dalam mengungkap makna gotong-royong. Dalam kegiatan ini, kaum ibu sibuk memasak bubur yang terbuat dari tepung beras dengan campuran santan dan gula pasir. Bubur tersebut dimasak di kuali besar di atas tungku api. Bentuk jadi bubur tersebut kental seperti cendol beras.

bakonji IIKetika istirahat tiba, para lelaki yang sudah lelah bergotong royong ini semuanya disuguhi bubur konji yang dihidang di atas piring beralas daun pisang sebelum menyantap makanan utama.

Tradisi yang hanya ada di Kab Kuansing ini merupakan sebuah tradisi turun temurun yang tetap dipertahankan di tengah meningkatnya sikap individualisme. Kegiatan gotong-royong masal yang telah dilaksanakan di Desa Tebing Tinggi, penerima PAMSIMAS Reguler TA 2013, tergolong cukup sukses.

Hal ini terlihat dari antusiasnya masyarakat Desa Tebing Tinggi yang hadir dengan dibuktikan kehadiran kaum laki-laki 206 orang dan kaum perempuan 95 orang.

Dalam kegiatan ini dihadiri juga oleh para pejabat dan tokoh masyarakat di Kabupaten Kuantan Singingi, diantaranya Camat Benai, PPK PAMSIMAS Kab Kuansing, pelaku PAMSIMAS Tingkat Kabupaten dan Pemerintahan Desa Tebing Tinggi.

" Budaya gotong-royong seperti yang dilakukan di Desa Tebing Tinggi ini harus dipertahankan dan dilestarikan," ujar Ridhwan Rasyadi selaku PPK PAMSIMAS II Kab. Kuansing.

Dengan bergotong royong, lanjut Ridhwan, kita dengan warga di lingkungan kita akan saling bertemu. Sehingga, dengan begitu akan terjalin komunikasi dan saling mengenal satu sama lain. Selain itu, suasana keakraban juga akan tercipta.

" Saat ini, gotong royong seakan menjadi barang yang langka. Rasanya, sangat sulit menemukan masyarakat yang bergotong royong," tuturnya.

bakonji IIIBudaya gotong-royong sebagai ciri bangsa Indonesia harus selalu dipertahankan. Hal ini merupakan bentuk nyata solidaritas sosial dalam kehidupan masyarakat. Setiap warga negara yang terlibat di dalamnya memiliki hak untuk dibantu dan juga berkewajiban untuk membantu.


Desa Tebing Tinggi secara administratif berada diwilayah Kecamatan Benai Kabupaten Kuantan Singingi. Memiliki luas wilayah 1950 Ha, jumlah penduduk 1413 jiwa atau 435 KK, Jumlah penduduk yang telah mengunakan sumber air layak 405 jiwa atau 134 KK, jumlah pendududk yang sudah mengugunakan sarana sanitasi layak 460 jiwa atau 150 KK. Jarak desa ke Kecamatan 1 Km dengan jarak tempuh 10 menit, dan jarak dari desa ke Ibukota Kabupaten Kuantan Singingi 13 Km dengan waktu tempuh 30 menit dengan menggunakan sepeda motor.

Desa Tebing Tinggi merupakan daerah dataran tinggi dengan tipe tanah perbukitan dengan curah hujan yang tergolong rendah. Mengingat sumur gali dan bor yang ada di Desa Tebing Tinggi banyak yang tidak mencukupi disaat musim kemarau diakibatkan terjadinya kekeringan di sumber mata air tersebut, maka melalui Program PAMSIMAS ini akan dilaksanakan pembangunan SAM untuk menanggulangi masalah kekurangan air bersih tersebut dimusim kemarau. Pembangunan sarana tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan akses terhadap sarana air bersih/minum oleh masyarakat desa. (Jhoni Naldi Koorkab Kuansing;Rita).


Tidak disertai video terkait.




BACA JUGA :