top banner
  I  

Selasa - 21 Januari 2014 12:10:39 WIB

Misi Supervisi Bank Dunia : Melihat Capaian Program PAMSIMAS

Berita
Administrator | dibaca: 50663 pembaca

Misi Supervisi Bank Dunia : Melihat  Capaian Program PAMSIMAS

 

Hingga 18 Februari 2014 mendatang, tim Bank Dunia bersama lintas kementerian melaksanakan kunjungan ke lokasi PAMSIMAS dalam rangka misi supervisi Bank Dunia.

Jakarta – Kick off meeting yang dilaksanakan pada minggu lalu di ruang rapat Ditjen  Pengembangan Air Minum lt 8  Gedung Cipta Karya, Kementerian PU Jakarta, membahas isu penting terkait pelaksanaan kunjungan tim bank dunia bersama lintas kementerian ke lokasi PAMSIMAS dalam rangka misi supervisi Bank Dunia. Hadir dalam rapat tersebut, tim Bank Dunia, perwakilan lintas kementerian, CPMU, perwakilan AusAid, konsultan pusat dan advisory.


Misi WBDirektur Pengembangan Air Minum (PAM) Danny Sutjiono yang memimpin rapat kick off tersebut mengatakan, keluaran yang ingin dilihat di lapangan adalah bagaimana melihat sisi PAMSIMAS ini ke depan. Dari sisi progress sudah cukup bagus, bisa menyerap loan pada tahun yang bersamaan. Semua berjalan pada waktunya.

“ Saya melihat ini adalah loan tercepat yang bisa diselesaikan,” sahut Danny.

Sementara itu, George Soraya selaku task team leader Bank Dunia dalam kesempatan tersebut mengutarakan, misi supervisi kali ini merupakan kegiatan rutin dalam mendukung program pemerintah dan penyediaan air bersih dan sanitasi secara efesien dan efektif.

Menurutnya, ada dua objek besar yang akan dilihat dalam misi kali ini. Yaitu apakah tujuan dari program PAMSIMAS itu tercapai atau tidak, dan apakah sistemnya terbangun atau tidak.

“Di satu sisi saya melihat sistem ini dalam melayani air bersih, apakah itu terjadi atau tidak. Kedua apakah air yang menjadi target,apakah mengalir atau tidak termasuk apakah terpenuhinya target dari sanitasi kita.” ungkap George.

Misi kali ini akan melakukan kunjungan  ke 15 kabupaten/kota dan 48 desa, tujuan utamanya adalah melihat kualitas dari implementasi 2013, evaluasi dari implementasi desa, mereview kualitas MIS PAMSIMAS, persiapan 2014.

“ Dan melihat perkembangan dari ROMS secara khusus dan CMAC, serta pembelajaran dari PAMSIMAS secara umum, “tutur George.

Lokasi yang dikunjungi adalah lokasi program PAMSIMAS I dan PAMSIMAS II. Untuk lokasi PAMSIMAS I akan melihat bagaimana keberlanjutannya program ini ketika sudah diserahkan ke masyarakat. Sementara untuk lokasi PAMSIMAS II ingin mengetahui bagaimana persiapan di 2014 nanti.

Danny Sutjiono menegaskan sebelum melakukan kunjungan lapangan, semua harus seakat apa saja yang ingin dilakukan untuk kunjungan ini.

“ Sebab, kalau dalam misi ini yang ingin dilihat dari PAMSIMAS I dan II jelas berbeda termasuk permasalahan serta trik solusinya,” tutur Danny.

Meski demikian lanjut Danny, bukan berarti pada PAMSIMAS I tidak ada masalah dalam keberlanjutannya. Karena itu Danny meminta untuk membenahi terlebih dahulu asosiasi BP SPAMS, sehingga bisa mengatasi permasalahan yang ada dalam penyediaan air bersih.

Selanjutnya sambung Dany adalah mendorong bagaimana Pemda setempat lebih peduli terhadap program tersebut sehingga memberikan insentif berupa Hibah Insentif Desa (HID) dan Hibah Insentif Kabupaten (HIK). Namun dengan syarat bahwa desa tersebut bisa memperbaiki performanya untuk mendapatkan insentif tersebut.

Misi WB2“ Yang kita lakukan tahap awal adalah bagaimana menkonsolidasi program itu. Tahap ini yang kita fokuskan adalah bagaimana membina BP SPAMS itu, tupoksinya apa. Yang perlu dilakukan dalam misi ini adalah bagaimana strategi kita bisa berkerja dengan baik, bagaimana tupoksinya secara jelas.” tutur Danny.

Karena itu Danny meminta untuk memfasilitasi asosiasi sehingga bisa berjalan efektif.

“ Tahun ini fokus pada asosiasi. Saya berharap penuh pada asosiasi. Dan tugas kita meningkatkan kapasitas masyarakat, sementara Fasilitator Kabupaten adalah harapannya bergerak cepat dan melakukan pendekatan intensif dengan pemda, ” ucapnya.

Isu lainnya yang menjadi perhatian pada misi supervisi kali ini adalah adanya desa yang tidak diprioritaskan STBMNYA, padahal desa tersebut merupakan desa PAMSIMAS.

Menanggapi hal tersebut, Roberji, perwakilan dari Kemenkes mengatakan bahwa STBM bukan hanya di PAMSIMAS saja tetapi di luar PAMSIMAS juga. Sebab STBM menjadi tanggungjawab kesehatan dan di lapangan tanggung jawab sanitarian. Namun bukan berarti desa PAMSIMAS tidak prioritas STBMnya.

Dari Kemenkes sendiri, PAMSIMAS prioritas karena ada support pendanaan dari pusat, di luar itu adalah tanggungjawab pemda. Untuk mensupport hal tersebut agar bisa sinergi itu menjadi tugas fasilitator STBM.

“Jelas harus ada kesepakatan antara STBM dengan penyediaan air bersih sebagai bagian yang tidak terpisah,” jelas Roberji.

Menyinggung hal tersebut, George Soraya menambahkan bahwa ada 1300 desa yang KPI nya tergantung pada masuknya STBM disana. Karena itu ia menegaskan setiap desa yang ada PAMSIMAS harus ada pemicuan.  Kalaupun tidak terjadi di 2013 harus dikejar 2014 sehingga KPI ya naik.

“Yang sekarang tidak terimplemetansi akan dikejar di 2014,” tandas Roberji

Terkait hal itu semua, Eko Wiji Purwanto, perwakilan Bappenas berharap misi supervisi yang dilaksanakan ini bisa mendukung bagaimana PAMSIMAS ke depannya terlaksana dengan baik. (Rita Hendriawati-CMAC)

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Tidak disertai video terkait.




BACA JUGA :