top banner
  I  

Senin - 03 Februari 2014 05:49:20 WIB

PAKEM Meski Baru Namun Cukup Menentukan

Berita
Administrator | dibaca: 50732 pembaca

PAKEM Meski Baru Namun Cukup Menentukan

 

 Oleh: Sukmawati (Koordinator Provinsi Sulawesi Tengah)

 

Apakah kehadiran PAKEM cukup efektif atau justru menambah masalah dalam program?. Tidak salah kalau masih ada yang ragu, walaupun para penggagas PAKEM merasa optimis akan memperbaiki dalam kualitas pelaksanaan  program PAMSIMAS II.

 

 

pakemMeski baru dibentuk pada pelaksanaan PAMSIMAS II, peran Tim PAKEM yang dibentuk pertama kali pada 2013 untuk terlibat dalam pelaksanaan PAMSIMAS ternyata cukup mumpuni. Keterlibatan  PAKEM  dalam PAMSIMAS II seperti kita ketahui bersama bahwa tim inilah yang bertanggungjawab dalam melakukan proses pemilihan lokasi/desa.

Dari hasil kunjungan Bank Dunia, dalam kegiatan misi di Provinsi Sulawesi Tengah di dua kabupaten  yakni Kab Buol dan Parigi Moutong, ada 3 desa yang dikunjungi di Kab Buol yakni Desa Bonobogu Selatan, Rante Maranu dan Bukal. 2 desa di Kab Parigi Moutong yakni Desa Sibolago dan Silanga, merupakan lokasi 2013.

Peran PAKEM oleh Bank Dunia dianggap cukup baik. Hal ini dilihat dari desa-desa yang mendapatkan program PAMSIMAS II, dianggap sudah sesuai kriteria dimana tingkat kebutuhan masyarakat akan sarana air minum cukup tinggi, selain itu akses sanitasi dari 5 lokasi juga masih sangat rendah.

Dari hasil diskusi Kepala Desa, KKM, beserta masyarakat  terlihat sangat  jelas memahami bagaimana Program PAMSIMAS masuk ke desa sampai pada tahap pembangunan infrastruktur serta proses pemicuan.  Bahkan secara rinci mereka menjelaskan tentang kontribusi masyarakat, dimana dari awal sudah disampakan kepada masyarakat bahwa kalau mau program air minum masuk desa, maka harus bersedia kontribusi selain material bahan bangunan, tenaga juga uang yang harus disediakan oleh seluruh masyarakat.  

Belajar dari pengalaman PAMSIMAS I, dimana masalah kontribusi masyarakat menjadi kendala yang banyak ditemui pada desa-desa penerima program, bahkan ada beberapa desa yang mundur karena ketidak sanggupan kontribusi atau desa tersebut sama sekali tidak membutuhkan air minum, dapat dipastikan proses di desa tersebut berjalan kurang baik bahkan lebih parahnya lagi ada desa titipan ( jatah desa penguasa di daerah), hal ini juga terjadi karena kurangnya sosialisasi kepada masyarakat. Keberadaan PAKEM dapat meminimalisir terkait dengan masalah-masalah tersebut, walau tidak menutup kemungkinan akan terjadi hal sama bila PAKEM tidak terus diberi penguatan.

Cerita lain dari Desa Sibalago Kab Parigi Moutong juga merupakan lokasi TA 2013 yang menjadi salah satu tujuan misi Bank Dunia. Pemilihan Desa Sibolago sebagai peserta program PAMSIMAS II, juga melalui proses seleksi verifikasi desa yang dilakukan PAKEM.

pakem 2Desa ini yang mempunyai jarak kurang lebih 70 Km dari ibukota kabupaten. Dalam kunjungan misi supervisi tersebut,  Desa Sibolago dilihat sudah tepat sasaran, dimana dari ke 4 dusun yang ada hampir 90% akses akan air minum masih sangat rendah, karena air yang dipakai saat ini bersumber dari sungai yang kualitasnya sangat rendah, dan sungai itu dimanfaatkan untuk mencuci, mandi, mototai (buang air besar) bahkan sebagian masyarakat dipergunakan memasak”.

“ Kami senang dilibatkan dalam pemilihan desa, berbeda dengan yang lalu, kami tidak tahu kriteria desa untuk program, saat ini berkat pelatihan kami memahami tujuannya, sehingga dalam memilih desa kami betul-betul mengacu pada kriteria yang sudah ditetapkan, hasil pemilihan desa yang kami lakukan terus dirapatkan untuk membuat perangkingan berdasarkan nilai, kami senang” ucap salah satu perwakilan dari LSM saat tanya jawab  kantor Bupati Buol. Namun lebih lanjut disampaikan bahwa, saat ini Biaya Oprasional PAKEM  belum maksimal sehingga untuk melakukan monitoring ke desa-desa sangat minim bahkan hampir tidak ada.

 

Anggaran untuk PAKEM


pakem 3Melihat peran pakem yang cukup strategis dalam proses keterlibatan dalam pemilihan desa, maka sangat perlu memperhatikan biaya operasional. Seperti kita ketahui bahwa tim PAKEM akan melakukan sosialisasi, verifikasi/penilaian dan pemantauan ke desa-desa yang berminat untuk program  PAMSIMAS II melalui pengajuan proposal, kegiatan ini tentunya membutuhkan biaya, inilah yang sering terlupakan di tingkat pemerintah daerah, ketidak tersediaan dana APBD dengan dari banyak kegiatan yang membutuhkan anggaran, sehingga alokasi untuk PAKEM sangat minim bahkan nihil,  inilah menjadi kekhawatiran ke depan akan kualitas pemilihan desa akan lebih menurun dibanding tahun 2013.


Oleh karena itu, semua pihak, baik pusat, maupun provinsi harus terus mendorong pemerintah kabupaten untuk selalu memastikan ketersediaan anggaran biaya operasional bagi pelaku PAMSIMAS khususnya tim PAKEM yang merupakan titik awal keberhasilan PAMSIMAS II.

Perlu kita pahami, kesalahan memilih desa dari awal akan fatal akibatnya. Seperti disampaikan sebelumnya berdasarkan pengalaman banyak desa yang tidak sesuai kriteria, bahkan ada yang namanya desa titipan dipastikan program tidak berjalan dengan baik, hal ini bisa kita buktikan, adanya-desa-desa yang sarana air minum dan sanitasinya sudah terbangun tidak dipelihara dengan baik, sehingga banyak yang tidak berfungsi bahkan menjadi monumen di desa-desa yang menurut Wano Iswantoro tim dari Bank Dunia sarana tersebut menjadi MCK (Monumen Ciptaan Kita Semua). 


Tidak disertai video terkait.




BACA JUGA :