top banner
  I  

Senin - 17 Februari 2014 07:19:40 WIB

Asosiasi Wadah Kebersamaan Pelaksanaan Pengembangan SPAMS Perdesaan

Berita
Administrator | dibaca: 50820 pembaca

Asosiasi Wadah Kebersamaan Pelaksanaan Pengembangan SPAMS Perdesaan

tambahlokasi 2

Untuk mendorong pelaksanaan program kerja DPP Asosiasi Pengelola SPAMS Perdesaan pada 2014, dalam menjalankan perannya sebagai penyediaan bantuan teknis peningkatan kinerja pengelolaan SPAMS berbasis masyarakat dan mitra pemerintah daerah, dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan pengelolaan SPAMS, maka diadakan workshop bagi DPP Asosiasi Pengelola SPAMS Perdesaan.

tambahlokasi 2Bentuk penguatan Asosiasi SPAMS Perdesaan diberikan dalam dua program yaitu penguatan dasar dan penguatan pilot (rintisan), dimana program dasar lebih menitik beratkan pada penguatan kemampuan dasar Asosiasi untuk mendampingi BPSPAMS.

Waka CPMU Program PAMSIMAS Ditjen Cipta Karya Kementerian PU, Ir Tanozisochi Lase, yang membuka resmi Workshop Penataan Organisasi dan Penyusnan Rencana Kerja Asosiasi Pengelola SPAMS Perdesaan Tingkat Nasional pada 11 Februari minggu lalu mengatakan, workshop ini merupakan kegiatan asosiasi untuk menyusun program kerja asosiasi setelah terbentuk tahun 2013.

" Sejauh mana pelaksanaan rencana kerja yang disusun tahun 2013 yang lalu, sehingga kinerja asosiasi tidak berjalan di tempat," ucapnya.

Pria yang akrab disapa Anes ini juga mengatakan, saat ini kita masih memiliki pekerjaan rumah pada program keberlanjutan, yaitu masih banyak sarana yang dibangun tidak berfungsi dan berfungsi sebagian, kelembagaan BP SPAMS yang tidak sehat, minimnya iuran pengguna air minum.

Sementara itu diharapkan BP SPAMS yang sudah berjalan dengan baik dapat saling membantu, berbagi pengalaman pada BP SPAMS lainnya.

" Untuk itu diperlukan adanya kebersamaan antar anggota, dan asosiasi dapat menjadi wadah kebersamaan tersebut," tutur Anes.

tambahlokasi 2Asosiasi harus mampu menyusun program kerja yang dapat membantu memperbaiki kinerja anggotanya, sesuai dengan visi dan misi asosiasi serta peran dan fungsi asosiasi yang telah dirumuskan.

Pada tahap pasca konstruksi diharapkan terjadi peralihan tanggung jawab dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dan pemerintah desa. Dimana sebelum memasuki tahap pasca konstruksi, pemerintah daerah harus disiapkan untuk menerima tanggung jawab membina hasil-hasil yang sudah dicapai dalam rangka menjamin keberlanjutan program PAMSIMAS.

Pengelolaan pasca konstruksi di tingkat masyarakat bertujuan untuk menjamin Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (SPAMS) yang dibangun tetap terpelihara sehingga mampu memberikan bahkan meningkatkan jangkauan pelayanan air minum, sanitasi, dan higiene.

Pengelolaan pasca konstruksi di tingkat masyarakat melibatkan Kader AMPL, KKM, BP-SPAMS, dan Asosiasi Pengelola SPAMS Perdesaan kabupaten/kota.

Di samping PDAM yang melaksanakan pengelolaan dan pengembangan di wilayah perkotaan, dalam mendorong akses aman air minum, sehingga tidak ada masyarakat yang sulit air di daerahnya, dimana tidak harus dari sistem perpipaan saja tetapi dapat juga dari sumur gali yang terkendali kualitas airnya.

tambahlokasi 2Sementara itu Ir T Bandaso, Ka Satker Program PAMSIMAS menyampaikan kegiatan workshop ini merupakan pertemuan seluruh pengurus DPP Asosiasi yang pertama di tahun 2014.

Harapannya, ada hasil yang bisa didapat yaitu identifikasi terhadap efektivitas kegiatan DPP Asosiasi sesuai program kerja yang telah disusun, tersusunnya program kerja tahun 2014, diperolehnya input penyempurnaan program penguatan asosiasi, tersusunnya POB mekanisme kerja DPP Asosiasi, tersusunnya Rencana Tindak Lanjut (RTL) hasil workshop.

Workshop yang dilaksanakan selama 3 hari ini diikuti peserta dari pengurus DPP Asosiasi Pusat (29 orang), perwakilan Asosiasi Provinsi (3 orang), dan perwakilan Pemda (10 orang). Sementara dari unsur pemerintah daerah sebagai pembina asosiasi SPAMS perdesaan terdiri dari Prov Jawa Tengah (Dinas PU Provinsi Jawa Tengah), Kab Demak (Bapermas), Temanggung (Bapermas), Purbalingga (Bapermas), Sidrap (Bappeda), Kab Subang (PBPMD), Pesisir Selatan (BPMD), Toju Una-Una (BPMD), Barito Kuala (BPMD), Muara Enim (Dinas PU) dan Prov Semarang. (Poppy Harsutiani WSSE Specialist CMAC;Rita)


Tidak disertai video terkait.




BACA JUGA :