top banner
  I  

Selasa - 30 Juli 2013 06:24:13 WIB

Pelatihan Kepemanduan Langkah Awal Calon Tenaga Ahli ROMS

Berita
Administrator | dibaca: 51052 pembaca
Pelatihan kepemanduan ini, merupakan langkah awal guna mempersiapkan calon Tenaga Ahli Regional Oversight Management Service (ROMS) yang belum memiliki sertifikat, supaya meningkatkan pemahaman dan keterampilannya, dalam memfasilitasi dan mengelola program PAMSIMAS.
 
berita30072013Bogor - Salah satu syarat untuk menjadi tenaga ahli koordinator pelatihan, koordinator provinsi, quality assurance dan koordinator kabupaten dalam Program PAMSIMAS II ini, adalah telah memiliki sertifikat kepemanduan, atau telah lulus mengikuti pelatihan kepemanduan. Kemampuan kepemanduan dari setiap personil tenaga ahli PAMSIMAS sangat dibutuhkan dalam program PAMSIMAS II.
 
Hal tersebut dikemukakan Danny Sutjiono, Direktur Pengembangan Air Minum Ditjen Cipta Karya pada pembukaan Pelatihan Kepemanduan Program PAMSIMAS II TA 2013, Senin malam (29/7) di Bogor, Jawa Barat.
 
Pelatihan yang berlangsung 29 Juli 1 Agustus 2013 di Lido Lakes Resort & Conference ini, diikuti 88 peserta yang terdiri dari calon tenaga ahli sebagai koordinator provinsi, quality assurance dan koordinator kabupaten pada ROMS Program PAMSIMAS II tahun 2013.
 
Metode yang digunakan dalam kegiatan ini mempunyai prinsip belajar dari pengalaman yang menjadi landasan pendekatan seluruh proses pelatihan, dengan sistem pendidikan orang dewasa, dimana peserta menjadi pelaku utama dalam rangka mencapai tujuan kegiatan.
 
berita30072013-aDengan metode yang digunakan ceramah, curah pendapat, diskusi/kerja kelompok, diskusi pleno, dan permainan yang difasilitasi oleh pemandu dari TDS. CMAC dan Pemandu Nasional PAMSIMAS
 
Saat memberikan arahan pada pembukaan tersebut, Danny berharap, dengan kemampuannya dalam kepemanduan, para tenaga ahli dapat mendukung tugasnya dalam pengembangan kapasitas masyarakat, sehingga pengelolaan dan pengendalian program dapat dilakukan dengan baik dan efektif.
 
Kemampuan kepemanduan tidak hanya terbatas pada ruang lingkup melatih, tetapi dimengerti sebagai kemampuan dalam membangun kapasitas setiap orang yang terlibat di dalam program PAMSIMAS II, tegas Danny.
 
Danny mengatakan, pemandu atau pelatih dalam PAMSIMAS II, bukan jabatan struktural tetapi jabatan fungsional. Khususnya para koordinator provinsi dan koordinator kabupaten, dituntut kemampuannya untuk dapat memfasilitasi kegiatan pengembangan kapasitas, sementara kegiatan pengembangan kapasitas merupakan roh atau jiwa dalam program PAMSIMAS II ini.
 
Karena PAMSIMAS II merupakan program pemberdayaan, bukan program pembangunan sarana fisik, tegasnya lagi.
 
berita30072013-bPada kesempatan itu, Danny mengutarakan, Program PAMSIMAS II tidak berorientasi pada hasil semata, tetapi justru lebih dominan berorientasi pada proses. Proses dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, operasi dan pemeliharaan, serta keberlanjutan.
 
Untuk itulah proses pemberdayaan dengan pengembangan kapasitas para pelaku program khususnya di tingkat masyarakat, harus terus menerus dilakukan untuk menjamin adanya keberlanjutan.
 
Para tenaga ahli PAMSIMAS II khususnya koordinator provinsi dan koordinator kabupaten/kota dan quality assurance, wajib memiliki kemampuan dalam berkomunikasi yang produktif, serta memiliki kemampuan dalam memfasilitasi berbagai kegiatan dan unsur pelaku program di lingkungan tugasnya secara efektif.
 
Pemilihan teknik fasilitasi dan cara berkomunikasi penting, karena teknik dan cara fasilitasi dan komunikasi yang berbeda akan memperoleh hasil yang berbeda pula.
 
berita30072013-c Cara berkomunikasi dengan masyarakat berbeda dengan cara berkomunikasi dengan aparat pemerintah daerah. Berbeda lagi jika berkomunikasi dengan sesama konsultan, koordinasi dengan para fasilitator (fasilitator keberlanjutan, fasilitator masyarakat regular/HID/HIK, serta STBM), tidak cukup hanya mengkoordinasikan dengan membagi tugas dan meminta laporan tetapi juga menjamin proses dan pelaksanaan program berjalan dengan baik, jelas Danny.
 
Danny juga menekankan, koordinator provinsi dan koordinator kabupaten tidak hanya mengkoordinir fasilitator, tetapi juga wajib berkoordinasi secara intensif dengan SKPD dan stakeholders terkait di PAMSIMAS. Dengan SKPD dan stakeholders terkait di PAMSIMAS, seorang konsultan baik di pusat, provinsi maupun kabupaten, juga berperan untuk membantu dan memfasilitasi mereka sehingga program dapat berjalan sesuai dengan tujuan.
 
Danny meminta, konsultan hendaknya proaktif untuk menanyakan, mengusulkan, mengajak, memberi masukan dan penjelasan, serta memberitahukan tentang berbagai hal terkait dengan proses penyelenggaraan program PAMSIMAS.
 
berita30072013-d Kerjasama tim sangat dibutuhkan. Sebagai konsultan tenaga ahli, hendaknya tidak bekerja sendiri-sendiri, tetapi harus bekerjasama dengan seluruh stakeholders dan unsur pemerintah terkait, pungkasnya.
 
Sementara itu, Dwiatma Singgih R.S, PPK Pembinaan Teknis PAMSIMAS Pusat dalam laporan panitia menjelaskan bahwa, acara pelatihan kepemanduan ini merupakan langkah awal guna mempersiapkan calon Tenaga Ahli ROMS yang belum memiliki sertifikat supaya meningkat pemahaman dan ketrampilannya dalam memfasilitasi dan mengelola program PAMSIMAS.
 
Secara umum tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman peserta terkait dengan kepemanduan, meningkatkan kemampuan peserta dalam memfasilitasi kegiatan pengembangan kapasitas, meningkatkan kemampuan peserta dalam mengelola dan mengendalikan mutu program di wilayah kerjanya, serta pengelolaan tim pelaksana program di bawah koordinasinya.
 
Materi yang disampaikan pada pelatihan meliputi, mengenal PAMSIMAS II, konsep dasar pengembangan kapasitas, mengenal pemandu, teknik fasilitasi dan praktek memandu. (Poppy Harsutiani- WSSE Spec CMAC;Rita)
 
 

Tidak disertai video terkait.




BACA JUGA :