top banner
  I  

Senin - 20 Oktober 2014 11:50:51 WIB

Deklarasi SBS Pertama Kabupaten Bulukumba

Berita
Administrator | dibaca: 50804 pembaca

Deklarasi SBS Pertama Kabupaten Bulukumba

 

Perubahan paradigma pembangunan sanitasi yang dikukuhkan dengan pencanangan Program Nasional Sanitasi Total Berbasis Masyarakat ( STBM) pada 2008 telah membawa kita pada pencapaian hasil yang lebih baik.

Deklarasi ODF Desa Karama-1Bulukumba - Deklarasi SBS (12 Desa/Kel) yang diselenggarakan di Desa Karama Kecamatan Rilau Ale Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan merupakan deklarasi pertama yang dilaksanakan di Kab Bulukumba, bertepatan dengan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun se Dunia ke VII pada 15 Oktober 2014 lalu.

Tarian daerah bernama tarian Padduppa menyambut Staf Ahli Hukum dan Politik Muh. Amral, SE M.Si yang mewakili Bupati Bulukumba bersama rombongan. Selain itu hadir pula Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sul-Sel yang diwakili oleh Sekertaris Dinas Kesehatan Provinsi Sul-Sel, drg. Hj. Susilih Ekowati.SKPD Kab. Bulukumba, 136 desa dan kelurahan, 19 Puskesmas, 10 Kecamatan dan 3 Sekolah Dasar Desa Karama, forum Kabupaten sehat, DC& TFM, Asosiasi BPSPAMS, Toga, Toma dan tokoh pemuda.

Perubahan paradigma pembangunan sanitasi yang dikukuhkan dengan pencanangan Program Nasional Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) pada 2008 telah membawa kita kepada pencapaian hasil yang lebih baik.

Program STBM yang dilandasi prinsip pemberdayaan masyarakat dan perubahan perilaku dari, oleh, dan untuk masyarakat ini, telah terbukti mampu meningkatkan efisiensi dan efektifitas percepatan peningkatan akses sanitasi masyarakat yang berkelanjutan.

Selama lima tahun terakhir, kita belajar bahwa percepatan akses sanitasi dapat terjadi dengan optimal manakala semua pihak yang terlibat menerapkan tiga komponen STBM, yaitu peningkatan kebutuhan, penyediaan layanan yang terjangkau, dan penciptaan lingkungan yang mendukung, secara terintegrasi.

Deklarasi ODF Desa Karama-2Upaya yang dilakukan secara bersama-sama oleh para pihak pemangku kepentingan, pada skala yang lebih besar seperti skala kabupaten atau provinsi, memiliki daya ungkit yang jauh lebih besar untuk mempercepat pencapaian target pembangunan sanitasi Indonesia.

Untuk itu, perlu memperluas penerapan pendekatan STBM dengan cara mengintegrasikannya ke dalam program-program besar Kementerian Kesehatan atau pemberdayaan masyarakat lainnya.

Deklarasi ODF Desa Karama-3Penerapan pendekatan STBM melalui Pemicuan Community Lead Total Sanitation (CLTS) dan praktek Cuci Tangan Pakai Sabun diawali pada desa dan kelurahan sasaran PAMSIMAS sejak 2008 hingga sekarang, telah dilakukan di 95 desa dengan jumlah desa yang telah stop buang air besar sembarangan sebanyak 12 desa.

Terdiri dari 10 desa PAMSIMAS yaitu Desa Bonto Mate'ne, Buhung Bundang, Lamanda, Dwi Tiro, Bonto Bulaeng, Bulo-Bulo Salassae, Lonrong, Kelurahan Jawi-Jawi dan Tanah Beru, serta 2 desa non PAMSIMAS yaitu Desa Pakubalaho dan Karama.Deklarasi ODF Desa Karama-4

Pencapaian tersebut perlu mendapat apresiasi melalui pernyataan sikap masyarakat, untuk tetap mempertahankan perilaku hidup bersih dan sehat melalui Deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan.

Deklarasi ini bertujuan untuk mensosialisasikan kebiasaan, bahaya dan manfaat buang air besar di jamban kepada masyarakat pada umumnya dan masyarakat sekolah pada khususnya, menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta memicu desa/kelurahan lain untuk ikut melakukan perubahan perilaku sehingga bisa SBS, yang pada akhirnya semua kelurahan dan desa yang ada di Kab Bulukumba bisa SBS.

Deklarasi ODF Desa Karama-5Kegiatan Deklarasi SBS dilaksanakan oleh 12 desa/kel. Diawali pembacaan naskah deklarasi, penandatanganan naskah deklarasi dan penyerahan piagam kepada desa dan kelurahan yang deklarasi SBS serta sanitarian pendamping yang berhasil meng- SBS kan desa/kelurahan tersebut.

Kegiatan ini sekaligus dirangkaikan dengan kegiatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HTCPS) ke VII, Tahun ini dengan tema " Tangan Bersih, Generasi Sehat" upaya untuk menurunkan tingkat kematian balita dan pencegahan terhadap penyakit yang berdampak pada penurunan kualitas hidup manusia.Deklarasi ODF Desa Karama-6

Perayaan ini mengedepankan pentingnya melibatkan anak-anak pada kelompok usia sekolah. CTPS merupakan perilaku sehat yang telah terbukti secara ilmiah dapat mencegah penyebaran penyakit-penyakit menular seperti diare, ISPA, Flu Burung serta penyakit kulit lainnya.

Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun akan menyelamatkan hidup anak-anak atau adik-adik kita dan terhindar dari berbagai penyakit menular.

Oleh karena itu ajaklah teman-teman dan masyarakat sekitar untuk ikut membiasakan perilaku cuci tangan pakai sabun yang sederhana dan dapat dilakukan dengan singkat di rumah sendiri, di sekolah dan tempat-tempat umum lainnya, sekaligus menjadikannya sebagai perilaku hidup yang harus terapkan dalam kehidupan sehari-hari (Sarinah - Koorprov STBM SulSel dan Sarmada –Fas kab Bulukumba;Rita).


Tidak disertai video terkait.




BACA JUGA :