top banner
  I  

Minggu - 16 November 2014 11:36:30 WIB

Kabupaten Alor Capai SBS

Berita
Administrator | dibaca: 50838 pembaca

Kabupaten Alor Capai SBS

 

Setelah ada intervensi PHBS dan STBM dari program PAMSIMAS dan UNICEF, akhirnya Kabupaten Alor Provinsi NTT berhasil mencapai SBS.

 

kabupaten alor 1Alor - Bertepatan dengan peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun se dunia ke-7 dengan Tema "Tanganku Bersih, Generasiku Sehat" dan Sub Tema : Dengan PHBS mewujudkan Generasi Alor Sehat, Cerdas dan Berdaya Saing Global yang diperingati pada akhir Oktober 2014 lalu, Kabupaten Alor menyelenggarakan pencanangan 14 desa Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) dan 1 desa Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Pulau Pantar yang berlokasi di Desa Wailawar Kecamatan Pantar.

Acara ini merupakan salah satu event internasional yang dilakukan juga di lebih dari 70 negara di dunia. Acara ini juga merupakan salah satu ajang untuk membangun komitmen bersama antara pemerintah maupun stakeholder terkait untuk bersama-sama mewujudkan pencapaian program STBM yaitu perilaku hidup bersih dan sehat (Higienis) di seluruh lapisan masyarakat.

Setelah beberapa tahun sebelumnya Kabupaten Alor mendapat intervensi PHBS dan STBM dari Program PAMSIMAS dan Unicef, pada akhir Oktober 2014 lalu, Kabupaten Alor, merayakan acara deklarasi 15 desa STOP BABS dan STBM.

kabupaten alor 2Acara deklarasi desa SBS dan STBM serta memperingati hari cuci tangan pakai sabun sedunia ini, dipimpin langsung Bupati Alor, Drs. Amon Djobo beserta rombongan dan tim monitoring dari perwakilan BMGF, UNICEF Jakarta, Bappenas RI, Kementerian Kesehatan RI, Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat RI, POKJA AMPL Pusat, Pemerintah Provinsi NTT, POKJA AMPL Provinsi NTT, WASH UNICEF NTT, WASH UNICEF Makassar, WASH UNICEF Papua, para Camat se Pulau Pantar, para Kepala Desa se-Pulau Pantar, dan masyarakat se Kecamatan di Pulau Pantar.

kabupaten alor 3Dalam sambutannya, Amon Djobo (AJ) memberikan apresiasi yang tinggi terhadap acara seperti ini, khususnya dalam peningkatan taraf derajat kesehatan masyarakat Alor. Menurut AJ, deklarasi SBS dan STBM ini merupakan media kampanye Perubahan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat yang dimulai dari hal-hal kecil, namun memiliki nilai strategis dalam penurunan angka kematian untuk anak-anak.

" Lebih dari 5 ribu anak dan balita penderita diare meninggal setiap harinya di seluruh dunia, hal tersebut sebagai akibat dari kurangnya akses pada air bersih dan fasilitas sanitasi dan pendidikan kesehatan, begitu juga di Kab Alor," ucap AJ

kabupaten alor 4Dengan nada humor, AJ meminta para camatnya untuk tidak hanya duduk-duduk di kantor kecamatan, namun harus terlibat secara aktif mengunjungi masyarakat yang ada di wilayah kecamatannya. Bahkan Danramil dan Kapolsek pun diajak untuk bergabung dalam tim monev STBM kecamatan.

Tujuannya, untuk mendorong para camat dan seluruh komponen yang ada di Pulau Pantar untuk turut terlibat langsung dalam proses monitoring evaluasi perubahan perilaku BAB sembarangan di masyarakat

Hal ini ternyata sejalan dengan Visi misi Pemerintah Kabupaten Alor yang dipimpin AJ sejak Juni 2014 yakni " Mewujudkan Kabupaten Alor yang mandiri dan terbaik dalam indeks pembangunan manusia melalui kepemerintahan yang bersih dan berwibawa. Cita-cita dan harapan untuk meraih hasil terbaik di sektor pendidikan, kesehatan dan perekonomian masyarakat yang mandiri.

kabupaten alor 5Keempat belas desa SBS dan satu desa STBM yang dideklarasi tersebut antara lain, Desa Bana, Baolang, Boweli, Helandohi, Madar, Tamakh, Baranusa, Kayang, Bagang, Muriabang, Bunga Bali, Kaleb, Lekom, Nulle, dan Wailawar (STBM). Kelima belas desa tersebut adalah desa intervensi program PAMSIMAS sejak tahun 2008-2014 dan juga intervensi Program Wash Unicef tahun pada 2013.

Diharapkan dari pelaksanaan deklarasi ini, bisa menjadi pemicu bagi desa-desa lainnya untuk juga melakukan hal yang sama, dan memproklamasikan desanya sebagai desa dengan masyarakat sadar jamban dan STBM.

Saat ini masih ada 17 desa lagi yang telah teridentifikasi SBS dan akan mendeklarasikan diri mereka pada 2015 lewat dukungan pemda dan berbagai program STBM yang ada di Kab Alor. Apresiasi yang tinggi juga patut diberikan kepada tim STBM Kab Alor, yang terdiri dari Dinas Kesehatan, Pokja AMPL, Program PAMSIMAS maupun Program WASH UNICEF, karena telah menciptakan lingkungan yang kondusif, lewat upaya advokasi dan dukungan pemerintah Kab Alor terhadap STBM. ( Rey Padji, STBM PAMSIMAS Kab. Alor dan Aisyah Agaima, Pokja AMPL Kab. Alor;Rita)


Tidak disertai video terkait.




BACA JUGA :