top banner
  I  

Jum'at - 05 Desember 2014 09:12:03 WIB

Pemberdayaan Masyarakat Menuju Akses Aman Air Minum dan Sanitasi yang Layak 100 Persen Tahun 2019

Berita
Administrator | dibaca: 50804 pembaca

Pemberdayaan Masyarakat Menuju Akses Aman Air Minum dan Sanitasi yang Layak 100 Persen Tahun 2019

 

Harus bekerja keras untuk mencapai target akses aman pada tahun 2019.

 

pemberdayaan masyarakat 1Denpasar - Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum, Imam S. Ernawi yang berkesempatan mewakili Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat M. Basuki Hadimuljono saat memberikan arahan sekaligus membuka resmi acara Rapat Koordinasi Nasional Program PAMSIMAS tahun 2014 mengatakan, melalui pelaksanaan program PAMSIMAS yang telah dimulai sejak 2008 hingga 2013, telah memberikan kontribusi capaian akses aman untuk air minum dan sanitasi sebanyak lebih dari 6,5 juta jiwa atau setara 2,5%.

Capaian ini diperoleh dari pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) berbasis masyarakat di 8.303 desa (7.365 desa reguler dan 938 desa replikasi), yang tersebar di 110 kabupaten/kota pada 15 provinsi.

pemberdayaan masyarakat 2" Hal ini berarti kita masih harus bekerja keras untuk mencapai target akses aman pada tahun 2019," tegas Imam S Ernawi.

Program PAMSIMAS II pada tahun ini dilaksanakan oleh 218 kabupaten/kota di 32 provinsi, yang berarti hampir dua kali lebih banyak dari jumlah kabupaten/kota pelaksana program PAMSIMAS tahun sebelumnya dan telah mewakili seluruh wilayah provinsi di Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Dirjen menyampaikan appresiasi kepada Pemerintah Kabupaten/Kota pelaksana PAMSIMAS - I, yang tetap memiliki komitmen untuk mengikuti PAMSIMAS - II, yaitu sebanyak 96 kabupaten/kota dari 110 kabupaten/kota pelaksana PAMSIMAS - I.

Hal ini menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten/Kota yang bersangkutan telah menyadari keberhasilan pendekatan program PAMSIMAS untuk pembangunan SPAM Perdesaan di wilayahnya masing-masing.

" Salah satu kunci keberhasilan program PAMSIMAS adalah dalam hal pemilihan desa sasaran. Kesesuaian desa sasaran terhadap kriteria yang telah ditetapkan akan menjamin keberhasilan pelaksanaan proses pemberdayaan yang akan dilakukan serta keberlanjutan operasi dan pemeliharaan SPAM terbangun," ungkap Imam S. Ernawi pada Rakornas PAMSIMAS - II di Denpasar, Bali (4/12/2014).

pemberdayaan masyarakat 3Oleh karena itu, Imam berharap, dalam rangka persiapan program PAMSIMAS tahun 2015, proses pemilihan desa sasaran yang akan dilakukan oleh Panitia Kemitraan (PAKEM) dalam POKJA AMPL, agar mematuhi segala ketentuan yang telah disyaratkan dalam Petunjuk Teknis yang berlaku.

Karena PAKEM juga mengemban peranan yang sangat penting dalam menilai kewajaran usulan pembiayaan rencana kerja masyarakat yang akan dilakukan dalam PAMSIMAS.

" Saya harapkan Pemerintah Daerah melalui POKJA AMPL dapat memberikan pembinaan dan dukungan operasional yang memadai kepada PAKEM agar dapat menjalankan perannya dengan sebaik-baiknya.

Penanganan pembangunan SPAM pada desa sasaran PAMSIMAS - II itu sendiri meliputi 3 jenis pola pembangunan SPAM, yaitu penyediaan SPAM baru bagi desa yang belum memiliki sistem, pengembangan SPAM bagi desa yang telah memiliki sistem dengan cakupan pelayanan yang terbatas, dan optimalisasi SPAM yang ada untuk menambah cakupan pelayanan.

pemberdayaan masyarakat 4Melalui ketiga pola penanganan ini diharapkan akan mampu meningkatkan jumlah masyarakat yang memiliki akses air minum aman di perdesaan, yang pada akhirnya akan membantu percepatan pencapaian target akses aman air minum pada 2019.

Pada kesempatan tersebut, Imam mengingatkan, Pemerintah Daerah memiliki peran yang sangat penting didalam pemenuhan penyediaan SPAM secara berkelanjutan di wilayahnya masing-masing. Ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, yang menegaskan bahwa pembangunan desa bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, dan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan melalui penyediaan pemenuhan kebutuhan dasar, seperti air minum dan sanitasi secara berkelanjutan.

" Ke depan, pelaksanaan program PAMSIMAS di daerah harus diselaraskan dengan UU tersebut agar memperoleh dukungan untuk implementasi dan keberlanjutannya," tegasnya.

Di samping itu, Imam juga berharap dukungan dari berbagai pihak, terkait dengan adanya BP SPAMS yang telah terbentuk. BP SPAMS ini, berfungsi sebagai penyelenggara pelayanan SPAMS terbangun di desa sasaran PAMSIMAS.

pemberdayaan masyarakat 5Dukungan-dukungan yang diperlukan adalah, Pemerintah Kabupaten/Kota berperan aktif dalam pembinaan kepada BP SPAMS melalui POKJA AMPL yang sekaligus sebagai Tim Pengarah bagi Asosiasi Pengelola SPAMS Perdesaan, bila telah dibentuk. Kemudian dukungan regulasi terhadap penguatan kapasitas BP SPAMS ini sangat diperlukan.

" Dalam hal ini, kami harapkan dukungan Kementerian Dalam Negeri dapat menyiapkan regulasi penguatan BPSPAMS di tingkat desa," ujar Imam.

Selain itu, dukungan perubahan perilaku masyarakat melalui program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Kementerian Kesehatan, juga diharapkan akan dapat meningkatkan capaian akses sanitasi yang layak, sehingga pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Rakornas PAMSIMAS II tahun 2014 ini mengusung tema 'Pemberdayaan Masyarakat Menuju Akses Aman Air Minum dan Sanitasi yang Layak 100 % tahun 2019 untuk Mewujudkan Kawasan Permukiman yang Layak Huni dan Berkelanjutan. Acara ini berlangsung 3-6 Desember 2014 di Denpasar, Bali.

Peserta acara Rakornas ini adalah ketua Pokja AMPL, PPMU, Dinkes dan BPMD, Satker PK PAM dan asosiasi provinsi dan kabupaten/kota, ketua asosiasi pengelola SPAMS perdesaan kab/kota, Koordinator Provinsi dan PM ROMS 1-7.

pemberdayaan masyarakat 6Pada rakornas ini juga dilakukan launching program penguatan asosiasi pengelola SPAMS perdesaan tingkat kab/kota oleh Dirjen Cipta Karya dan pameran lintas kementerian serta best practices program PAMSIMAS.

Selain itu juga penyampaian evaluasi kemajuan pelaksanaan PAMSIMAS sampai 2014 dan persiapan program 2015 serta penjelasan agenda kegiatan program PAMSIMAS II 2015, juga dilakukan diskusi kelas tematik mengenai refleksi pelaksanaan program PAMSIMAS.

Acara Rakornas kali ini juga dilaksanakan talkshow tentang Pemberdayaan Masyarakat Menuju Akses Aman Air Minum dan Sanitasi yang Layak 100 % tahun 2019 dengan narasumber Eselon I dari lintas kementerian pelaksanan program PAMSIMAS. Talkshow yang dipandu public figure Shanaz Haque ini berlangsung interaktif.

Sementara talkshow kedua adalah tentang Best Practices Pemberdayaan Pengelola SPAMS Kab/Kota dalam PAMSIMAS. Narasumber dari talkshow ini adalah Ketua BP SPAMS yang berkinerja baik dan Ketua DPP Asosiasi Pengelola SPAMS Perdesaan. (Rita Hendriawati CMAC)


Tidak disertai video terkait.




BACA JUGA :